Pernah denger nggak mitos kalau Bab 2 itu bab paling gampang karena cuma tinggal copy-paste teori dari buku? Duh, awas jebakan betmen! Banyak banget mahasiswa yang ngeremehin bab ini, eh ujung-ujungnya disuruh rombak total sama dosen.
Artikel ini bakal ngebahas kenapa tinjauan pustaka ditolak dan apa saja kesalahan fatal yang wajib kamu hindari. Biar draf skripsimu nggak bolak-balik direvisi, pastikan kamu paham cara mainnya.
TL;DR: Bab 2 sering ditolak karena mahasiswa melakukan kesalahan fatal ini:
- Cuma menumpuk definisi tanpa melakukan sintesis argumen.
- Memakai referensi jadul (lebih dari 5 tahun terakhir).
- Memasukkan teori yang tidak relevan dengan rumusan masalah.
- Lupa membuat matriks pemetaan penelitian terdahulu yang menjelaskan novelty (kebaruan).
Kenapa Asal Kumpul Definisi Saja Tidak Cukup untuk Bab 2?
Karena fungsi utama Tinjauan Pustaka bukan sebagai kamus istilah, melainkan sebagai wadah sintesis. Kalau kamu cuma menulis rentetan kutipan tanpa kesimpulan sama sekali, dosen akan menganggap skripsimu miskin analisis dan tidak memiliki voice sebagai peneliti independen.
1. Temukan Benang Merah Teori
Setelah mengumpulkan 2 atau 3 kutipan dari berbagai ahli, kamu wajib meramunya menjadi satu paragraf kesimpulan. Tunjukkan persamaan, perbedaan, atau tarik benang merah dari pendapat para ahli tersebut pakai kalimatmu sendiri.
2. Hindari Block Quote Panjang
Jangan tergoda copy-paste paragraf utuh. Membiarkan kutipan langsung bertumpuk (block quote) selain membuat tulisan terlihat malas, juga akan membuat skor deteksi plagiasi (Turnitin) melonjak tajam melebihi batas aman kampus.
Mengapa Dosen Menolak Referensi yang Lebih dari 5 Tahun?
Karena ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika sosial berubah dengan sangat cepat. Referensi buku atau jurnal cetakan 15 tahun lalu sudah pasti dianggap outdated dan sangat berisiko membuat kerangka berpikirmu tidak relevan dengan kondisi masa kini.
Ada pengecualian untuk aturan ini, yaitu:
- Buku teks babon (grand theory) yang diakui secara fundamental (misalnya teori gravitasi Newton atau teori hierarki kebutuhan Maslow).
- Literatur sejarah atau karya sastra murni.
